KENDARI — Unit Program Berbasis Laboratorium (PBL) Universitas Muhammadiyah Kendari kembali menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya tahunan pada Selasa, 15 April 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan berbagai kompetisi olahraga modern dan pertunjukan seni budaya khas Sulawesi Tenggara yang memukau ribuan mahasiswa, dosen, dan masyarakat Kendari.
Festival yang mengambil tema “Harmoni Gerak, Harmoni Budaya” ini merupakan wujud komitmen Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan soft skill mahasiswa di bidang olahraga dan seni budaya. Kegiatan yang diselenggarakan di lapangan olahraga utama kampus dan aula seni performing center ini menarik partisipasi dari seluruh program studi yang ada di universitas.
Ragam Kompetisi Olahraga yang Kompetitif
Dalam pelaksanaannya, festival olahraga tahun ini menampilkan berbagai cabang olahraga yang kompetitif dan menghibur. Mulai dari cabang olahraga tradisional seperti tenis meja, bulutangkis, dan bola voli, hingga olahraga modern seperti futsal dan esports menjadi bagian dari antusiasme mahasiswa Unit PBL.
Ketua Panitia Festival, Miftahul Rizki, mahasiswa semester lima jurusan Teknik Informatika, menjelaskan bahwa kompetisi olahraga dirancang untuk mengakomodasi semua tingkat kemampuan mahasiswa. “Kami tidak hanya menghadirkan kompetisi elite, tetapi juga kelas-kelas partisipatif untuk semua mahasiswa, termasuk yang baru berkecimpung di dunia olahraga. Tujuannya adalah membangun semangat kebersamaan dan kesehatan fisik di lingkungan kampus,” ujar Rizki saat ditemui di Kantor Unit PBL, Senin (14/4/2026).
Kompetisi futsal menjadi salah satu highlight utama festival tahun ini. Dengan total 16 tim yang berasal dari berbagai fakultas, pertandingan futsal menampilkan permainan yang seru dan penuh strategi. Tim Fakultas Teknik berhasil meraih kemenangan dalam babak final dengan skor 3-2 melawan Tim Fakultas Hukum, dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan futsal indoor yang baru direnovasi.
Selain futsal, cabang olahraga bulutangkis juga menarik perhatian dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Sebanyak 64 peserta mendaftar untuk kompetisi ini, baik dalam kategori tunggal putra, tunggal putri, hingga ganda campuran. “Antusiasme mahasiswa terhadap bulutangkis sangat luar biasa. Kami bahkan harus menambah jadwal pertandingan karena banyaknya pendaftar,” tambah Rizki.
Cabang olahraga tenis meja juga menjadi favorit dengan sistem knock-out yang menarik. Prestasi gemilang diraih oleh Sinta Wijaya, mahasiswa semester tiga jurusan Manajemen, yang berhasil menjadi juara tunggal putri. Perjalanannya yang penuh tantangan dalam melampaui lima putaran turnamen mendapat apresiasi tinggi dari penonton.
Pertunjukan Seni Budaya yang Memukau
Tidak hanya olahraga, aspek seni dan budaya juga mendapat porsi istimewa dalam festival kali ini. Unit PBL menghadirkan berbagai pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Mulai dari tarian tradisional Zapin Kendari, pertunjukan musik angklung, tari Poco-poco modern, hingga lomba fashion show dengan tema “Batik Nusantara” menjadi daya tarik utama.
Pada malam pembukaan, 15 April 2026 lalu, panggung utama aula seni performing center dipenuhi dengan pertunjukan memukau dari grup seni mahasiswa kampus. Tarian Zapin Kendari yang dipentaskan oleh Unit Tari Tradisional Universitas Muhammadiyah Kendari menampilkan gerakan-gerakan yang dinamis dengan iringan musik tradisional yang autentik. Para penari menggunakan kostum tradisional yang berwarna-warni dan berkilau, menciptakan suasana yang penuh nuansa budaya.
“Kehadiran festival seni budaya ini sangat penting untuk menjaga warisan budaya lokal agar tetap relevan di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang seni dan budaya, tetapi juga mengapresiasi identitas lokal mereka,” ungkap Dr. Andi Paramata, Dosen Pembimbing Kegiatan Mahasiswa Unit PBL, dalam wawancara eksklusif.
Lomba fashion show yang mengambil tema “Batik Nusantara” menampilkan 12 peserta dengan koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia. Desain-desain inovatif yang menggabungkan motif tradisional dengan potongan pakaian kontemporer mencuri perhatian juri dan penonton. Pemenang pertama diraih oleh desainer muda, Reza Pratama, mahasiswa jurusan Desain Grafis, dengan koleksi batik kontemporer bertema “Cinta Laut”.
Selain itu, lomba musik band tingkat kampus juga menjadi ajang aktualisasi diri bagi mahasiswa yang berbakat di bidang musik. Sebanyak 8 band mengikuti kompetisi, dengan menampilkan berbagai genre musik dari pop, rock, hingga jazz. Band “Sunset Echo” dari Fakultas Pendidikan berhasil meraih penghargaan Juara I dengan penampilan yang energik dan harmoni vokal yang sempurna.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Keberhasilan penyelenggaraan festival olahraga dan seni budaya ini tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dr. H. Bambang Irawan, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pidatonya saat pembukaan festival, menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter mahasiswa.
“Mahasiswa yang berkualitas bukan hanya mereka yang unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kemampuan soft skill yang baik, termasuk kemampuan bermain olahraga dan mengekspresikan diri melalui seni. Festival seperti ini adalah sarana yang tepat untuk mengembangkan potensi tersebut,” kata Rektor Bambang dalam sambutannya di hadapan ribuan mahasiswa dan undangan istimewa.
Selanjutnya, Dr. Edy Sutrisno, S.T., M.T., Kepala Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian integral dari kurikulum pengembangan karakter mahasiswa. “Unit PBL memiliki visi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik. Melalui festival ini, kami menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan holistik mahasiswa,” papar Kepala Unit dalam wawancara dengan media kampus.
Antusiasme Mahasiswa dan Partisipasi Luas
Respons mahasiswa terhadap festival olahraga dan seni budaya tahun ini sangat positif. Dari data yang dihimpun panitia, lebih dari 2.000 mahasiswa terlibat langsung baik sebagai peserta, penonton, maupun volunteer dalam penyelenggaraan acara. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dwi Permatasari, mahasiswa semester empat jurusan Keperawatan, salah satu peserta lomba tarian tradisional, mengungkapkan pengalamannya mengikuti festival. “Saya sangat senang bisa berpartisipasi dalam festival ini. Tidak hanya mendapat kesempatan untuk menampilkan kemampuan saya di bidang seni tari, tetapi juga belajar banyak dari peserta lain dan memperluas jaringan pertemanan. Festival seperti ini benar-benar memberikan memori indah selama kuliah,” tutur Permatasari dengan antusias.
Senada dengan itu, Ahmad Rachmat, mahasiswa jurusan Teknik Mesin yang menjadi pemain futsal bagi timnya, juga berbagi pengalaman positif. “Melalui olahraga futsal di festival ini, kami tidak hanya melatih kemampuan olahraga, tetapi juga belajar tentang kerja sama tim, kepemimpinan, dan sportivitas. Ini adalah pembelajaran yang tidak bisa didapat dari bangku kuliah,” ucap Rachmat yang telah mengikuti festival selama dua kali ini.
Dampak Positif bagi Ekosistem Kampus
Keberhasilan penyelenggaraan festival olahraga dan seni budaya memberikan dampak positif yang terukur bagi kehidupan kampus Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, terbentuknya komunitas-komunitas mahasiswa yang solid di berbagai bidang olahraga dan seni, yang menjadi fondasi untuk mengembangkan program-program berkelanjutan.
Kedua, peningkatan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya gaya hidup sehat melalui olahraga dan ekspresi diri yang positif melalui seni budaya. Hal ini sejalan dengan misi universitas dalam menciptakan mahasiswa yang holistik dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Ketiga, festival ini juga memperkuat ikatan antara berbagai fakultas dan program studi di lingkungan Unit PBL, menciptakan semangat kebersamaan yang solid di tengah kompetisi akademik yang ketat.
Rencana Pengembangan ke Depan
Menanggapi kesuksesan festival tahun ini, pihak manajemen Unit PBL sedang merencanakan pengembangan festival di tahun-tahun mendatang. Menurut Dr. Edy Sutrisno, rencana pengembangan meliputi penambahan cabang olahraga baru, peningkatan kualitas pertunjukan seni dengan menghadirkan seniman profesional, serta ekspansi partisipasi yang melibatkan institusi pendidikan lain di Kendari.
“Kami ingin festival ini tidak hanya menjadi ajang internal kampus, tetapi juga menjadi event olahraga dan seni budaya yang diakui di tingkat kota bahkan provinsi. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas, saya yakin festival olahraga dan seni budaya Unit PBL akan menjadi trademark dari Universitas Muhammadiyah Kendari,” ujar Kepala Unit dengan penuh optimisme.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari telah berhasil menjadi wadah yang efektif bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kemampuan fisik, dan menghargai kekayaan budaya lokal. Kesuksesan acara ini membuktikan bahwa pendekatan holistik dalam pengembangan mahasiswa, yang mengintegrasikan akademik dengan ekstrakurikuler, adalah strategi yang tepat untuk menciptakan lulusan berkualitas tinggi.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, partisipasi aktif mahasiswa, dan komitmen untuk terus berinovasi, festival olahraga dan seni budaya Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari diprediksi akan terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan oleh seluruh civitas akademika kampus.
—
Penulis: Tim Redaksi Kampus | Editor: Departemen Publikasi Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari | Kendari, 15 April 2026