KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Problem-Based Learning (PBL), menyelenggarakan seminar internasional bergengsi pada Senin, 7 April 2026. Acara yang bertajuk “Inovasi Pendidikan Abad 21: Penerapan Problem-Based Learning di Era Transformasi Digital” menghadirkan pembicara terkemuka dari Malaysia, Singapura, dan berbagai institusi pendidikan terkemuka Indonesia.
Seminar tersebut diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai universitas di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Penyelenggaraan acara ini menandai komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat modern.
Latar Belakang Penyelenggaraan Seminar
Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalankan program pembelajaran berbasis masalah sejak tahun 2018 sebagai respons terhadap dinamika pendidikan global. Problem-Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah adalah metodologi pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, dengan fokus pada pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan industri.
“Kami memahami bahwa era digital menuntut perubahan fundamental dalam cara kita mengajar dan belajar. Metode pembelajaran tradisional yang berfokus pada transfer pengetahuan saja tidak lagi cukup untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dr. H. Syamsul Bachri, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan seminar.
Penyelenggaraan seminar internasional ini merupakan bagian dari program pengembangan berkelanjutan Unit PBL untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan berbagi pengalaman dengan institusi pendidikan lain di tingkat nasional dan internasional. Menurut data internal universitas, penerapan metode PBL telah meningkatkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran sebesar 34 persen dan meningkatkan kompetensi lulusan dalam problem-solving sebesar 41 persen.
Pembicara Internasional dan Materi Seminar
Seminar dibuka dengan keynote speech dari Prof. Dr. Mohamad Zaharuddin bin Ibrahim dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam mengimplementasikan PBL di institusi pendidikan tinggi. Dalam presentasinya, Prof. Mohamad menekankan pentingnya adaptasi kurikulum PBL dengan konteks lokal dan budaya setempat.
“Problem-Based Learning bukan sekadar metode pembelajaran, tetapi sebuah filosofi pendidikan yang mengubah cara kita memandang peran guru dan siswa. Di Malaysia, kami telah melihat bagaimana PBL tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi,” ungkap Prof. Mohamad Zaharuddin dalam presentasinya yang disiarkan langsung melalui platform virtual.
Pembicara kedua adalah Dr. Lim Ai Chen dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, yang membahas integrasi teknologi digital dalam pembelajaran berbasis masalah. Dr. Lim mempresentasikan studi kasus penggunaan artificial intelligence, virtual reality, dan learning analytics dalam meningkatkan efektivitas PBL di era industri 4.0.
“Teknologi digital memberikan peluang luar biasa untuk personalisasi pembelajaran. Melalui learning analytics, kita dapat memahami pola belajar setiap siswa secara mendalam dan memberikan intervensi yang tepat sasaran. Virtual reality memungkinkan mahasiswa untuk mengalami skenario masalah yang kompleks dalam lingkungan yang aman sebelum menghadapi situasi nyata,” jelas Dr. Lim Ai Chen.
Selain pembicara internasional, seminar juga menghadirkan para ahli pendidikan dari Indonesia, termasuk Prof. Dr. H. Bambang Warsito, M.Si. dari Universitas Diponegoro Semarang, dan Dr. Eka Sucipta Wijaya, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta. Kedua pembicara ini membahas best practices penerapan PBL dalam konteks pendidikan Indonesia dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasinya.
Sesi Diskusi dan Workshop Interaktif
Selain presentasi utama, seminar juga menyediakan lima sesi workshop interaktif yang memungkinkan peserta untuk belajar secara langsung dari para ahli. Workshop-workshop tersebut mencakup topik-topik seperti “Merancang Skenario Pembelajaran Berbasis Masalah,” “Penilaian Autentik dalam PBL,” “Peran Fasilitator dalam PBL,” “Integrasi Teknologi dalam PBL,” dan “Pengembangan Soft Skills melalui PBL.”
Dina Kusumawati, S.Pd., M.Pd., Kepala Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa pemilihan topik-topik workshop didasarkan pada kebutuhan nyata yang dihadapi oleh para pendidik di Indonesia. “Kami ingin seminar ini tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas. Oleh karena itu, setiap workshop dirancang dengan pendekatan hands-on dan melibatkan studi kasus dari pengalaman nyata,” kata Dina dalam wawancara khusus.
Workshop yang paling diminati adalah sesi “Merancang Skenario Pembelajaran Berbasis Masalah,” yang dihadiri oleh lebih dari 150 peserta. Dalam workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori tentang cara merancang skenario problem, tetapi juga praktik langsung membuat skenario pembelajaran yang dapat diterapkan di institusi mereka masing-masing.
Peluncuran Platform Pembelajaran Digital UMKH-PBL
Sebagai bagian dari seminar, Universitas Muhammadiyah Kendari juga meluncurkan platform pembelajaran digital khusus untuk mendukung pembelajaran berbasis masalah, yaitu UMKH-PBL (Universitas Muhammadiyah Kendari Problem-Based Learning). Platform ini dikembangkan bekerja sama dengan perusahaan teknologi pendidikan terkemuka dan telah melalui fase uji coba selama enam bulan dengan melibatkan 200 mahasiswa dari berbagai program studi.
Dr. Hendra Prasetya, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan fitur-fitur unggulan dari platform tersebut. “Platform UMKH-PBL dilengkapi dengan modul pembelajaran interaktif, sistem tutoring berbasis AI yang dapat memberikan feedback real-time kepada mahasiswa, forum diskusi kolaboratif, dan dashboard untuk monitoring progress mahasiswa. Platform ini juga terintegrasi dengan sistem evaluasi yang memungkinkan dosen untuk melakukan penilaian holistik terhadap kompetensi mahasiswa,” papar Dr. Hendra.
Menurut data internal universitas, platform UMKH-PBL telah menunjukkan peningkatan engagement mahasiswa sebesar 38 persen dibandingkan dengan platform pembelajaran digital konvensional. Selain itu, waktu pembelajaran yang lebih efisien telah memungkinkan mahasiswa untuk memiliki lebih banyak waktu untuk kolaborasi dan diskusi kelompok.
Testimoni Peserta dan Dampak Seminar
Peserta seminar dari berbagai institusi memberikan respons yang sangat positif terhadap penyelenggaraan acara ini. Dr. Suryadi, M.Pd., seorang dosen dari Universitas Halu Oleo Kendari, menyatakan antusiasmenya terhadap informasi yang diperoleh. “Seminar ini sangat bermanfaat bagi saya dan tim dosen lainnya. Kami mendapatkan insight baru tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran berbasis masalah. Saya sudah merencanakan untuk mengaplikasikan beberapa strategi yang kami pelajari di seminar ini dalam pengajaran saya semester depan,” ujar Dr. Suryadi.
Mahasiswa juga merasakan manfaat signifikan dari kehadiran pembicara internasional dalam seminar ini. Putri Aulia Rahman, mahasiswa tahun ketiga Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Kendari, mengatakan bahwa seminar memberikan perspektif baru tentang pentingnya soft skills dalam menghadapi kompetisi global. “Saya menyadari bahwa selain pengetahuan teknis, saya juga perlu mengembangkan kemampuan problem-solving, komunikasi, dan kepemimpinan. Pembelajaran berbasis masalah yang kami terapkan di Unismuh Kendari sejalan dengan tuntutan industri yang saya pelajari dari pembicara internasional,” ungkap Putri.
Antusiasme peserta juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab. Dalam setiap sesi presentasi, rata-rata terdapat lebih dari 20 pertanyaan dari peserta, menunjukkan engagement yang tinggi terhadap materi-materi yang disampaikan.
Rencana Tindak Lanjut dan Sustainability
Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari telah merencanakan beberapa tindak lanjut dari seminar internasional ini. Pertama, akan diadakan series webinar bulanan yang menghadirkan pembicara internasional untuk mendiskusikan isu-isu terkini dalam pendidikan dan pembelajaran berbasis masalah. Kedua, akan dibentuk komunitas praktisi PBL yang melibatkan dosen dan pendidik dari berbagai institusi di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya untuk sharing experience dan best practices.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pusat inovasi pendidikan di Sulawesi Tenggara. Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan stakeholder, kami ingin terus mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” tegas Dr. Hendra Prasetya.
Ketiga, akan dilakukan publikasi proceeding dari seminar internasional ini dalam jurnal pendidikan berskala internasional, sehingga hasil-hasil diskusi dan temuan dapat dibagikan dengan komunitas akademik yang lebih luas.
Penutup
Seminar internasional yang diselenggarakan Unit PBL Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif dan berkelanjutan. Dengan menghadirkan pembicara internasional berkaliber dan memberikan kesempatan untuk workshop interaktif, seminar ini telah menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis dan inspiratif.
Melalui penyelenggaraan acara ini, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang progresif, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat regional dan nasional. Dengan diluncurkannya platform pembelajaran digital UMKH-PBL dan rencananya untuk melanjutkan series webinar dan membentuk komunitas praktisi PBL, institusi ini telah menetapkan fondasi yang kuat untuk transformasi pendidikan berkelanjutan.
Seminar internasional ini diharapkan menjadi momentum penting bagi semua stakeholder pendidikan di Sulawesi Tenggara untuk bersama-sama berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan kompleks di era digital dan industri 4.0.
—
Word Count: 1.847 kata